Jajanan Pasar Tradisional

Laklak,
Kue Warisan Bali

Kue pipih lembut dari tepung beras yang dipanggang di atas cetakan tanah liat, disajikan dengan gula merah cair dan kelapa parut segar. Kelezatan sederhana yang telah mengiringi kehidupan masyarakat Bali selama berabad-abad.

Laklak - Kue tradisional Bali berwarna putih dengan saus gula merah dan kelapa parut
Waktu Masak
15 menit
Porsi
20 buah
45 Menit
Total Waktu
Mudah
Tingkat Kesulitan
Manis
Cita Rasa
Seluruh Bali
Daerah Asal

Sejarah Laklak

Laklak merupakan salah satu kue tertua dalam tradisi kuliner Bali yang keberadaannya diyakini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Nama "laklak" sendiri berasal dari bahasa Bali yang menggambarkan bentuk kue ini yang pipih dan melebar, mirip dengan bentuk sesuatu yang "tergelatak" atau terhampar.

Dalam masyarakat Bali, Laklak bukan sekadar jajanan biasa. Kue ini memiliki kedudukan penting dalam berbagai upacara adat seperti ngotonin (upacara ulang tahun menurut kalender Bali), odalan (upacara ulang tahun pura), dan berbagai ritual keagamaan lainnya. Keberadaannya sebagai sesajian menunjukkan betapa kue ini dihormati dalam budaya Hindu Bali.

Pada masa lampau, Laklak dibuat menggunakan cetakan tanah liat yang dipanaskan di atas tungku kayu. Proses pembuatan ini memerlukan keterampilan khusus karena suhu api harus diatur agar kue matang merata tanpa gosong. Hingga kini, beberapa pedagang tradisional masih mempertahankan cara pembuatan ini untuk menjaga keaslian rasa dan tekstur Laklak.

Tahukah Kamu?

Laklak sering disebut sebagai "pancake-nya Bali" oleh wisatawan asing karena kemiripan cara pembuatannya, meski bahan dan cita rasanya sangat berbeda.

Mengenal Laklak Lebih Dekat

Laklak adalah kue tradisional Bali yang terbuat dari adonan tepung beras yang diencerkan dengan santan, lalu dipanggang di atas cetakan khusus hingga permukaannya kering dan berlubang-lubang kecil. Bentuknya pipih bulat dengan diameter sekitar 8-10 sentimeter, memiliki tekstur lembut di bagian tengah dan sedikit renyah di tepian.

Yang membedakan Laklak dari kue serupa di daerah lain adalah kombinasi penyajiannya. Laklak selalu disajikan dengan dua pelengkap wajib: kelapa parut segar yang putih bersih dan saus gula merah (disebut laklak siap atau gula Bali) yang kental dan legit. Ketiga elemen ini menciptakan harmoni rasa — lembutnya kue, gurihnya kelapa, dan manisnya gula merah.

Tepung Beras

Bahan utama yang memberikan tekstur lembut dan kenyal khas

Kelapa Parut

Kelapa muda yang diparut segar sebagai taburan gurih

Gula Merah

Saus gula merah kental yang memberikan manis legit khas

Variasi Laklak di Bali

Meskipun resep dasarnya sama, Laklak memiliki beberapa variasi menarik di berbagai daerah di Bali:

Laklak Putih adalah jenis yang paling umum ditemui. Berwarna putih bersih karena tidak menggunakan pewarna tambahan. Ini adalah versi original yang paling tradisional.

Laklak Hijau mendapat warnanya dari perasan daun suji atau daun pandan yang dicampurkan ke dalam adonan. Selain memberikan warna hijau yang cantik, daun suji juga menambah aroma harum yang khas.

Laklak Cokelat menggunakan gula merah yang dicampurkan langsung ke dalam adonan, sehingga menghasilkan kue berwarna cokelat keemasan dengan rasa yang lebih manis. Variasi ini cukup populer di kalangan anak-anak.

Laklak Kuning mendapatkan warnanya dari kunyit segar yang ditumbuk halus dan disaring airnya. Variasi ini juga memiliki sedikit aroma rempah dari kunyit yang memberikan sentuhan berbeda.

Laklak vs Kue Serupa

Banyak orang yang membandingkan Laklak dengan kue-kue serupa dari daerah lain. Berikut perbedaan utamanya:

Aspek Laklak (Bali) Kue Lumpur Serabi
Bahan Utama Tepung beras, santan Tepung terigu, santan, telur Tepung beras, santan, ragi
Tekstur Lembut, pipih, berlubang Kenyal, empuk, berisi Lembut, berserat, berlubang
Pelengkap Kelapa parut + gula merah cair Pandan, kismis, kelapa Santan kental, gula merah, pisang
Cetakan Tanah liat (tradisional) / teflon Cetakan kue lumpur logam Wajan tanah liat datar
Asal Bali Betawi, Jakarta Solo, Jawa Tengah

Resep Laklak Lengkap

Berikut resep Laklak Bali autentik yang bisa kamu buat di rumah dengan bahan-bahan yang mudah didapat.

Bahan-bahan

Adonan Laklak

250 gram tepung beras kualitas baik
200 ml santan segar (dari 1 butir kelapa)
50 gram gula pasir
1/2 sendok teh garam
1 sendok teh ragi instan
150 ml air hangat (suam-suam kuku)

Pelengkap

1 butir kelapa parut segar (putih bersih)
200 gram gula merah Bali (gula siap)
50 ml air untuk merebus gula merah
1/4 sendok teh garam untuk saus gula
Minyak kelapa secukupnya untuk olesan

Bahan Opsional untuk Variasi Warna

Untuk Laklak hijau: tambahkan 3-4 lembar daun suji + 2 lembar daun pandan, blender dengan 50 ml air lalu saring. Untuk Laklak kuning: tambahkan 1 cm kunyit segar, parut dan peras airnya.

Cara Membuat

1

Aktifkan Ragi

Campurkan ragi instan dengan 150 ml air hangat. Aduk rata dan diamkan selama 10 menit hingga muncul busa di permukaan. Ini menandakan ragi sudah aktif dan siap digunakan.

2

Campur Bahan Kering

Dalam wadah besar, campurkan tepung beras, gula pasir, dan garam. Aduk rata menggunakan whisk atau sendok kayu agar tidak ada yang menggumpal.

3

Buat Adonan

Tuangkan santan secara bertahap ke dalam campuran tepung sambil diaduk. Masukkan larutan ragi yang sudah berbusa. Aduk terus hingga adonan benar-benar halus dan tidak bergerindil. Jika menggunakan pewarna alami, masukkan pada tahap ini.

4

Diamkan Adonan

Tutup wadah dengan kain bersih atau plastik wrap. Diamkan selama 30-60 menit pada suhu ruang. Adonan akan mengembang dan muncul gelembung-gelembung udara kecil di permukaan — ini tanda adonan sudah siap.

5

Buat Saus Gula Merah

Selagi menunggu adonan, potong-potong gula merah dan rebus dengan 50 ml air di atas api kecil. Aduk terus hingga gula larut dan mengental. Angkat, saring, dan tambahkan sejumput garam. Sisihkan.

6

Panggang Laklak

Panaskan cetakan kue lumpur atau cetakan tanah liat di atas api kecil. Oles tipis dengan minyak kelapa menggunakan kuas. Tuang adonan hingga 3/4 tinggi cetakan. Jangan tutup — biarkan permukaan terbuka.

7

Matang Sempurna

Masak dengan api kecil selama 3-5 menit. Laklak sudah matang ketika permukaannya kering, berlubang-lubang kecil, dan tepiannya terlepas dari cetakan. Angkat menggunakan spatula kayu dengan hati-hati.

8

Sajikan

Tata Laklak di atas piring saji. Taburi kelapa parut segar di atasnya, lalu siram dengan saus gula merah secukupnya. Sajikan segera selagi hangat untuk mendapatkan rasa terbaik.

Tips Membuat Laklak Sempurna

Pilih Tepung Beras Berkualitas

Gunakan tepung beras yang baru dan halus. Tepung beras yang sudah lama disimpan bisa menghasilkan tekstur keras dan tidak mengembang sempurna.

Suhu Santan yang Tepat

Santan harus dalam keadaan dingin atau suhu ruang, jangan panas. Santan panas bisa membunuh ragi sebelum sempat bekerja mengembangkan adonan.

Api Kecil dan Sabar

Kunci Laklak sempurna adalah api yang sangat kecil. Jangan terburu-buru meningkatkan api karena akan membuat permukaan gosong sementara bagian dalam belum matang.

Jangan Tutup Cetakan

Berbeda dengan kue lain, Laklak tidak boleh ditutup saat dipanggang. Proses tanpa tutup inilah yang menciptakan tekstur berlubang khas di permukaannya.

Kelapa Parut Segar

Selalu gunakan kelapa parut segar, bukan yang sudah dikemas lama. Kelapa segar memberikan aroma gurih dan tekstur yang lebih nikmat dibanding kelapa yang sudah lembab.

Konsistensi Adonan

Adonan Laklak harus encer seperti adonan crepe atau lebih cair dari adonan pancake. Jika terlalu kental, tambahkan sedikit santan. Jika terlalu encer, tambahkan sedikit tepung.

Galeri Laklak

Tempat Mencari Laklak Autentik

Untuk menikmati Laklak yang benar-benar autentik, tidak ada yang mengalahkan yang dijual di pasar-pasar tradisional Bali. Berikut beberapa tempat terbaik:

Denpasar

Pasar Badung

Pasar tradisional terbesar di Bali. Banyak pedagang kue yang menjual Laklak sejak pagi buta. Cari di lantai dua area jajanan pasar.

Rp 2.000 - 5.000 / buah
Gianyar

Pasar Gianyar

Pasar yang terkenal dengan jajanan tradisional. Laklak di sini terkenal karena masih menggunakan cetakan tanah liat tradisional.

Rp 2.000 - 5.000 / buah
Tabanan

Pasar Tabanan

Pasar tradisional yang menjaga autentisitas jajanan. Laklak Tabanan terkenal dengan gula merah lokal yang sangat legit.

Rp 2.000 - 4.000 / buah
Ubud

Pasar Ubud

Pasar yang ramai wisatawan, namun masih menjual jajanan tradisional termasuk Laklak. Banyak yang datang khusus pagi untuk mendapatkan yang masih hangat.

Rp 3.000 - 7.000 / buah

Waktu Terbaik

Laklak biasanya mulai dijual sekitar pukul 05.00-06.00 WITA dan habis sebelum siang. Datanglah sepagi mungkin untuk mendapatkan Laklak yang baru matang dan masih hangat dari cetakan.

Pertanyaan Tentang Laklak

Meskipun keduanya terbuat dari tepung beras dan dipanggang tanpa tutup, Laklak memiliki tekstur yang lebih pipih dan lembut dibanding serabi. Laklak juga selalu disajikan dengan kelapa parut dan saus gula merah terpisah, sementara serabi biasanya langsung ditambahkan topping saat dipanggang. Selain itu, Laklak tidak menggunakan telur dalam adonannya.
Ya, Anda bisa menggunakan cetakan kue lumpur, teflon mini, atau bahkan wajan datar anti lengket. Hasilnya memang sedikit berbeda dari cetakan tanah liat tradisional, tapi tetap enak. Untuk mendekati rasa asli, gunakan cetakan yang bisa mempertahankan panas merata dan gunakan api yang sangat kecil.
Laklak paling enak dinikmati saat baru dibuat dan masih hangat. Jika harus disimpan, letakkan dalam wadah tertutup di suhu ruang dan habiskan dalam 1 hari. Untuk menyimpan lebih lama, Anda bisa membekukan Laklak tanpa pelengkap hingga 1 minggu. Saat akan disajikan, panaskan kembali di atas pan tanpa minyak atau microwave selama 15-20 detik.
Ya, Laklak pada dasarnya halal karena bahan-bahannya terdiri dari tepung beras, santan, gula, garam, dan ragi — semua bahan yang tidak berasal dari hewan. Yang perlu diperhatikan adalah pastikan gula merah yang digunakan adalah gula merah dari nira kelapa (bukan gula merah campuran), dan santan yang digunakan murni dari kelapa tanpa campuran bahan lain.
Lubang-lubang di permukaan Laklak terbentuk karena gas yang dihasilkan ragi saat dipanggang. Jika adonan tidak berlubang, kemungkinan penyebabnya adalah: ragi sudah mati (usang atau terkena air panas), adonan belum cukup lama didiamkan, api terlalu besar sehingga permukaan langsung kering sebelum gas terbentuk, atau konsistensi adonan terlalu kental.

Jajanan Bali Lainnya

Ingin Resep Lainnya?

Dapatkan panduan lengkap makanan khas Bali, resep tradisional, dan rekomendasi tempat makan terbaik langsung ke email Anda.