Sejarah Laklak
Laklak merupakan salah satu kue tertua dalam tradisi kuliner Bali yang keberadaannya diyakini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Nama "laklak" sendiri berasal dari bahasa Bali yang menggambarkan bentuk kue ini yang pipih dan melebar, mirip dengan bentuk sesuatu yang "tergelatak" atau terhampar.
Dalam masyarakat Bali, Laklak bukan sekadar jajanan biasa. Kue ini memiliki kedudukan penting dalam berbagai upacara adat seperti ngotonin (upacara ulang tahun menurut kalender Bali), odalan (upacara ulang tahun pura), dan berbagai ritual keagamaan lainnya. Keberadaannya sebagai sesajian menunjukkan betapa kue ini dihormati dalam budaya Hindu Bali.
Pada masa lampau, Laklak dibuat menggunakan cetakan tanah liat yang dipanaskan di atas tungku kayu. Proses pembuatan ini memerlukan keterampilan khusus karena suhu api harus diatur agar kue matang merata tanpa gosong. Hingga kini, beberapa pedagang tradisional masih mempertahankan cara pembuatan ini untuk menjaga keaslian rasa dan tekstur Laklak.
Tahukah Kamu?
Laklak sering disebut sebagai "pancake-nya Bali" oleh wisatawan asing karena kemiripan cara pembuatannya, meski bahan dan cita rasanya sangat berbeda.
Mengenal Laklak Lebih Dekat
Laklak adalah kue tradisional Bali yang terbuat dari adonan tepung beras yang diencerkan dengan santan, lalu dipanggang di atas cetakan khusus hingga permukaannya kering dan berlubang-lubang kecil. Bentuknya pipih bulat dengan diameter sekitar 8-10 sentimeter, memiliki tekstur lembut di bagian tengah dan sedikit renyah di tepian.
Yang membedakan Laklak dari kue serupa di daerah lain adalah kombinasi penyajiannya. Laklak selalu disajikan dengan dua pelengkap wajib: kelapa parut segar yang putih bersih dan saus gula merah (disebut laklak siap atau gula Bali) yang kental dan legit. Ketiga elemen ini menciptakan harmoni rasa — lembutnya kue, gurihnya kelapa, dan manisnya gula merah.
Tepung Beras
Bahan utama yang memberikan tekstur lembut dan kenyal khas
Kelapa Parut
Kelapa muda yang diparut segar sebagai taburan gurih
Gula Merah
Saus gula merah kental yang memberikan manis legit khas
Variasi Laklak di Bali
Meskipun resep dasarnya sama, Laklak memiliki beberapa variasi menarik di berbagai daerah di Bali:
Laklak Putih adalah jenis yang paling umum ditemui. Berwarna putih bersih karena tidak menggunakan pewarna tambahan. Ini adalah versi original yang paling tradisional.
Laklak Hijau mendapat warnanya dari perasan daun suji atau daun pandan yang dicampurkan ke dalam adonan. Selain memberikan warna hijau yang cantik, daun suji juga menambah aroma harum yang khas.
Laklak Cokelat menggunakan gula merah yang dicampurkan langsung ke dalam adonan, sehingga menghasilkan kue berwarna cokelat keemasan dengan rasa yang lebih manis. Variasi ini cukup populer di kalangan anak-anak.
Laklak Kuning mendapatkan warnanya dari kunyit segar yang ditumbuk halus dan disaring airnya. Variasi ini juga memiliki sedikit aroma rempah dari kunyit yang memberikan sentuhan berbeda.
Laklak vs Kue Serupa
Banyak orang yang membandingkan Laklak dengan kue-kue serupa dari daerah lain. Berikut perbedaan utamanya:
| Aspek | Laklak (Bali) | Kue Lumpur | Serabi |
|---|---|---|---|
| Bahan Utama | Tepung beras, santan | Tepung terigu, santan, telur | Tepung beras, santan, ragi |
| Tekstur | Lembut, pipih, berlubang | Kenyal, empuk, berisi | Lembut, berserat, berlubang |
| Pelengkap | Kelapa parut + gula merah cair | Pandan, kismis, kelapa | Santan kental, gula merah, pisang |
| Cetakan | Tanah liat (tradisional) / teflon | Cetakan kue lumpur logam | Wajan tanah liat datar |
| Asal | Bali | Betawi, Jakarta | Solo, Jawa Tengah |
Resep Laklak Lengkap
Berikut resep Laklak Bali autentik yang bisa kamu buat di rumah dengan bahan-bahan yang mudah didapat.
Bahan-bahan
Adonan Laklak
Pelengkap
Bahan Opsional untuk Variasi Warna
Untuk Laklak hijau: tambahkan 3-4 lembar daun suji + 2 lembar daun pandan, blender dengan 50 ml air lalu saring. Untuk Laklak kuning: tambahkan 1 cm kunyit segar, parut dan peras airnya.
Cara Membuat
Aktifkan Ragi
Campurkan ragi instan dengan 150 ml air hangat. Aduk rata dan diamkan selama 10 menit hingga muncul busa di permukaan. Ini menandakan ragi sudah aktif dan siap digunakan.
Campur Bahan Kering
Dalam wadah besar, campurkan tepung beras, gula pasir, dan garam. Aduk rata menggunakan whisk atau sendok kayu agar tidak ada yang menggumpal.
Buat Adonan
Tuangkan santan secara bertahap ke dalam campuran tepung sambil diaduk. Masukkan larutan ragi yang sudah berbusa. Aduk terus hingga adonan benar-benar halus dan tidak bergerindil. Jika menggunakan pewarna alami, masukkan pada tahap ini.
Diamkan Adonan
Tutup wadah dengan kain bersih atau plastik wrap. Diamkan selama 30-60 menit pada suhu ruang. Adonan akan mengembang dan muncul gelembung-gelembung udara kecil di permukaan — ini tanda adonan sudah siap.
Buat Saus Gula Merah
Selagi menunggu adonan, potong-potong gula merah dan rebus dengan 50 ml air di atas api kecil. Aduk terus hingga gula larut dan mengental. Angkat, saring, dan tambahkan sejumput garam. Sisihkan.
Panggang Laklak
Panaskan cetakan kue lumpur atau cetakan tanah liat di atas api kecil. Oles tipis dengan minyak kelapa menggunakan kuas. Tuang adonan hingga 3/4 tinggi cetakan. Jangan tutup — biarkan permukaan terbuka.
Matang Sempurna
Masak dengan api kecil selama 3-5 menit. Laklak sudah matang ketika permukaannya kering, berlubang-lubang kecil, dan tepiannya terlepas dari cetakan. Angkat menggunakan spatula kayu dengan hati-hati.
Sajikan
Tata Laklak di atas piring saji. Taburi kelapa parut segar di atasnya, lalu siram dengan saus gula merah secukupnya. Sajikan segera selagi hangat untuk mendapatkan rasa terbaik.
Tips Membuat Laklak Sempurna
Pilih Tepung Beras Berkualitas
Gunakan tepung beras yang baru dan halus. Tepung beras yang sudah lama disimpan bisa menghasilkan tekstur keras dan tidak mengembang sempurna.
Suhu Santan yang Tepat
Santan harus dalam keadaan dingin atau suhu ruang, jangan panas. Santan panas bisa membunuh ragi sebelum sempat bekerja mengembangkan adonan.
Api Kecil dan Sabar
Kunci Laklak sempurna adalah api yang sangat kecil. Jangan terburu-buru meningkatkan api karena akan membuat permukaan gosong sementara bagian dalam belum matang.
Jangan Tutup Cetakan
Berbeda dengan kue lain, Laklak tidak boleh ditutup saat dipanggang. Proses tanpa tutup inilah yang menciptakan tekstur berlubang khas di permukaannya.
Kelapa Parut Segar
Selalu gunakan kelapa parut segar, bukan yang sudah dikemas lama. Kelapa segar memberikan aroma gurih dan tekstur yang lebih nikmat dibanding kelapa yang sudah lembab.
Konsistensi Adonan
Adonan Laklak harus encer seperti adonan crepe atau lebih cair dari adonan pancake. Jika terlalu kental, tambahkan sedikit santan. Jika terlalu encer, tambahkan sedikit tepung.
Galeri Laklak
Tempat Mencari Laklak Autentik
Untuk menikmati Laklak yang benar-benar autentik, tidak ada yang mengalahkan yang dijual di pasar-pasar tradisional Bali. Berikut beberapa tempat terbaik:
Pasar Badung
Pasar tradisional terbesar di Bali. Banyak pedagang kue yang menjual Laklak sejak pagi buta. Cari di lantai dua area jajanan pasar.
Rp 2.000 - 5.000 / buahPasar Gianyar
Pasar yang terkenal dengan jajanan tradisional. Laklak di sini terkenal karena masih menggunakan cetakan tanah liat tradisional.
Rp 2.000 - 5.000 / buahPasar Tabanan
Pasar tradisional yang menjaga autentisitas jajanan. Laklak Tabanan terkenal dengan gula merah lokal yang sangat legit.
Rp 2.000 - 4.000 / buahPasar Ubud
Pasar yang ramai wisatawan, namun masih menjual jajanan tradisional termasuk Laklak. Banyak yang datang khusus pagi untuk mendapatkan yang masih hangat.
Rp 3.000 - 7.000 / buahWaktu Terbaik
Laklak biasanya mulai dijual sekitar pukul 05.00-06.00 WITA dan habis sebelum siang. Datanglah sepagi mungkin untuk mendapatkan Laklak yang baru matang dan masih hangat dari cetakan.